Alat modern dari Alperensi

Alat Pertanian Modern
Dengan berkembangnya  teknologi saat ini, pekerjaan para petani juga semakin dimudahkan dengan hadirnya alat-alat pertanian modern yang bisa digunakan seperti di bawah ini:

Cultivator


Fungsinya adalah untuk penyiangan tanaman menyiapkan tanah sekunder agar hancur dan halus dengan cara dibajak.
Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan gerigi yang menancap pada tanah. Dengan bantuan mwsin penggerak,maka tanah akan otomatis bergerak,terangkat,dan terpecah.

Rotavator


Rovaktor adalah alat yang gunakan untuk pengolahan tanah pertama dan bisa yang kedua. Awal yaitu, ketika mulai memotong, mencacah dan membolak balik tanah, dan di katakan kedua ketika mulai merapikan tanah, menghancurkan tanaman pengganggu memperbaiki tata air.

Traktor


Traktor adalah salah satu mesin utama yang diandalkan para petani untuk mengolah lahan pertanian mereka. Menggunakan bahan bakar solar atau bensin, alat ini tak akan bekerja dengan baik tanpa komponen-komponen yang melekat.
Bajak singkal (luku) -> Memasang luku haruslah dalam posisi sejajar dengan bingkai supaya tidak mengganggu proses pendinginan mesin diesel traktor. Untuk mendapatkan hasil pembajakan hingga ke kedalaman yang diinginkan, Anda hanya perlu mengatur ulirnya.
Puddler (gelebek) -> Anda dapat menggunakan gelebek untuk menghancurkan bongkahan tanah yang kerap menggumpal-gumpal. Namun, apabila kondisi tanahnya kering, sebaiknya gunakan luku terlebih dahulu untuk hasil yang lebih baik.
Leveler (garu) -> Tanah yang telah gembur perlu diratakan sebagai proses akhir dalam mengolah lahan pertanian. Untuk meratakannya, Anda dapat memanfaatkan garu. Pada alat yang lebih mutakhir, penggunaan garu dapat bersamaan dengan traktor sehingga pengerjaan tanah tak terlalu terasa berat dan melelahkan.
Bajak Piringan -> Piringan yang terdapat pada mesin ini, diikat pada suatu besi memanjang melalui bantalan khusus yang menjaganya tetap stabil. Saat traktor menariknya, piringan ini akan berputar dan tanah akan tercacah lebih sempurna.
Bajak rotary -> Memanfaatkan mata pisau yang berputar, alat ini sangat bermanfaat untuk mengolah tanah secara intensif karena mampu mencacahnya hingga bongkahan ini pecah menjadi ukuran yang jauh lebih kecil.
Bajak Subsoil -> Dengan menggunakan bajak subsoil, petani dapat mengolah tanah dengan memecah tanah dan membentuknya hingga menjadi parit yang siap untuk menjadi saluran air.

Petakut / Orang-orang Sawah.
Petakut / orang orangan disawah biasanya dibuat dari batang bambu yang di bungkus dengan jerami hingga dibuat mirip seperti orang yang berada di tengah sawah, dengan tujuan untuk menghalau burung agar takut memakan biji padi yang sedang menguning.

Keranjang.
Keranjang Merupakan alat untuk menampung hasil pertanian seperti buah, sayuran dan bisa juga digunakan untuk menampung rumput untuk ternak sapi para petani.

Ketungan,Lesung,&Alu.

Alu merupakan alat pendamping lesung atau Ketungan dalam proses pemisahan sekam dari beras. Biasanya alu dibuat dari kayu. Bentuk alu memanjang seperti tabung dengan diameter sekitar 7 cm (tergantung besarnya lesung). Alu digunakan sebagai penumbuk gabah, sehingga beras terpisah dari sekam secara mekanik.

Nyiu / Tampi.

Nyiu / Tampi merupakan alat tradisional dari anyaman bambu yang berbentuk bundar, biasa digunakan untuk menampi padi atau beras dalam memisahkan latah/antah/amapas kulit padi dengan bantuan angin diayunkan dan ditiup sehingga antah bisa dipisahkan dari beras, juga bisa dipakai untuk menjemur.

Parang.

Parang adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau alat tebas (terutama selak belukar) kala penggunanya keluar masuk hutan. Parang juga digunakan untuk pertanian.

Dalam pertanian sawah, parang digunakan untuk membabat rumput yang berada di pematang sawah. Kegiatan ini oleh orang Jawa disebut dengan istilah “nampingi”.

Luku

Luku adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk meratakan tanah setelah tanah digaru. Jadi setelah tanah digaru biasanya didiamkan dulu selama sekitar 1 minggu kemudian baru diwluku. Jadi fungsi utama alat luku adalah untuk meratakan tanah sebagai lahan yang siap untuk ditanami.

Adapun cara pengunaannya sama dengan penggunaan garu. Jadi antara garu dan luku merupakan satu paket namun dengan fungsi yang berbeda. Garu dan luku dapat dipasang di alat penarik yang sama secara bergantian. Oleh sebab itu di bagian pangkal penarik garu/wluku didesain yang kiranya mudah bongkar pasangnya.

Lanjutan dari blog yang sebelumnya ðŸ‘‡

Penancap atau Penanam Benih (taju)

Menggunakan alat manual untuk menanam benih memang memudahkan daripada tak menggunakan alat sama sekali. Namun,harus pandai mengatur irama putaran tangan dan kaki agar dapat bekerja secara serempak.

Gasrok atau Gosrok
Gosrok merupakan alat tradisional yang dipakai supaya tanah menjadi lebih subur. https://youtu.be/Tdw42oqY4bQ

Peralatan Metekep / Membajak Sawah


Metekap adalah istilah orang bali dalam  membajak sawah mereka, peralatan tradisional yang mereka pakai terdiri dari “UGA” ditaruh pada leher kedua ekor sapi yang kemudian di ikat pada “TENGALA” dan “LAMPIT” yang berfungsi untuk membajak sawah.

Alperensi

Ini adalah lanjutan dari blog yang sebelumnya ya guys 🙂

Alat Semprot Pertanian (spryer)

https://youtu.be/k_2xtsjUj9Q

Spryer adalah alat yang berfungsi untuk memecah suspense atau larutan agar menjadi butiran cair.
Secara umum, ada 2jenis alat semprot, yaitu sebagai berikut.
Knapsack Spryer -> Alat ini adalah salah satu yang paling lazim digunakan. Cara memakai alat ini adalah dengan cara diletakkan di punggung layaknya membawa tas ransel. Cairan di dalam penampung larutan tersebut bisa keluar berkat pompa yang dijalankan oleh tangan dengan gerakan naik-turun.

Motor Spryer -> Berbeda dengan knapsack spryer yang cara pakainya adalah dengan digendong, motor spryer dapat difungsikan dengan cara diletakkan di atas tanah, diangkut menggunakan helicopter, ditarik kendaraan, atau bisa juga ditaruh di punggung.

Ani-ani (ketam)

https://youtu.be/0KlnMiAEbA4

Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah  arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong.

Gerejag atau Gebotan

Gerejag/Gebotan merupakan alat yang dipakai petani dalam proses panen di sawah, dimana alat ini berfungsi melepas biji padi dari tangkainya, dengan cara tangkai padi di ayunkan di gebotan sehingga biji padi bisa terlepas dari tanggkainya.
Ada beberapa komponen yang membuat gebotan ini dapat difungsikan, yaitu sebagai berikut.
Rak peluruh bulir padi yang terbuat dari kayu atau bambu setinggi empat kaki yang diletakkan di tanah.
Meja rak yang juga untuk meluruhkan bulir padi. Material pembuatnya adalah bambu yang dibelah dengan jarak kurang lebih sekitar 1 sampai 2 cm.
Di bagian samping dan belakang, umumnya ditutup menggunakan plastik, tikar, terpal, atau alat lainnya yang ada di sekitar tempat merontokkan bulir padi. Sedangkan, untuk bagian depannya tetap dibiarkan terbuka.

Alat pertanian dan fungsi (Alperensi)

Alat pertanian tradisional

Pacul atau Cangkul

Fungsi utama cangkul adalah untuk membelah, membalik, memecah, dan juga menggemburkan tanah.

Cara penggunaan cangkul.

Garu Tanah

Ada beberapa jenis garu yang biasa digunakan:

Garu Sisir -> Garu sisir lazim digunakan pada tanah bongkah untuk membuatnya lebih subur. Namun, penggunaannya akan lebih optimal pada saat lahan pertanian tersebut masih basah setelah diolah menggunakan alat pembajak.
Garu Piring -> Garu ini dimanfaatkan untuk memangkas rumput pada permukaan tanah yang akan ditanami, menghancurkan lapisan tanah sehingga lebih lembut dan siap untuk ditanami. Setelah benih disebar, garu piring juga dapat digunakan untuk menutup biji tersebut agar sepenuhnya tertimbun tanah.
Garu Paku -> Memiliki gigi-gigi yang menyerupai paku, garu jenis ini dimanfaatkan untuk meratakan serta menghaluskan tanah setelah dibajak. Apabila telah masanya untuk menyiangi tanaman yang baru tumbuh, para petani juga bisa menggunakan alat ini.


Garu tidak dapat berfungsi tanpa adanya tenaga yang menarik dan menekannya. Untuk membajak sawah/ladang dengan alat garu bisa memanfaatkan murni tenaga manusia dan dapat juga dilakukan perpaduan/kerja sama anatara tenaga manusia dengan bantuan hewan seperti kerbau, sapi, dan kuda.

Arit / Sabit

https://youtu.be/aUT1vodb3y0

Arit adalah alat pertanian untuk memotong padi di sawah dan merupakan alat pertanian yang penting bagi petani. Matanya membentuk bulan sabit, karena itu disebut sabit. Arit bagi petani merupakan alat serbaguna, untuk memotong rumput makanan ternak dan membersihkan ladang, digunakan untuk mengiris manggar kelapa atau enau yang akan disadap niranya. Juga banyak digunakan untuk menuai padi karena dianggap lebih efektif dari pada ani-ani.
Jenis dan ragam arit juga banyak, tergantung kebutuhan dalam menggunakannya, mulai dari yang kecil hingga yang besar, Seperti Arit Pengaritan rumput, pengaritan padi yang matanya bergerigi, hingga arit penyalah dan caluk yang ukurannya lebih besar yang digunakan untuk memotong dahan yang keras dan lebih besar. 
Cara kerja alat ini sangat mudah,yaitu dengan cukup menebas tanaman di bagian bawahnya dengan satu kali ayunan. Jika memegang arit dengan tangan kanan,maka tangan kiri digunakan untuk memegang bagian atas tanaman yang ditebas.